EdukasiGAYOTakengon

Rektor Universitas Gajah Putih: Penegerian Tersandung Moratorium, Tapi Sudah Prioritas

Penulis: Iwan Bahagia

 

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Rektor Universitas Gajah Putih, Elliyin S Hut MP, mengungkap perkembangan terkini kampus universitas yang ternyata sudah berusia hampir 40 tahun.

Hal itu dikatakan Elliyin saat Rapat Senat Terbuka Universitas Gajah Putih dalam Rangka Wisuda Sarjana Strata Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Teknik Angkatan X Tahun 2021 di Ruang Banta Cut, komplek UGP, Selasa (22/12/2021).

Ia mengungkapkan, salah satu kampus kebanggan masyarakat Gayo tersebut lahir dari aspirasi masyatakat di Kabupaten Aceh Tengah.

“Kampus ini lahir dari aspirasi  masyarakat Kabupaten Aceh Tengah dan diakomodir oleh DPRK Aceh Tengah bersama Pemda pada tahun 1984 lalu, untuk mendirikan  perguruan tinggi, dan pada saat ini telah lahir IAIN Takengon dan Universitas Gajah Putih,” sebut Elliyin.

Miliki 10 Program studi

Ia mengungkapkan, Universitas Gajah Putih ini telah memiliki empat fakultas yang terdiri dari 10 Program Studi (Prodi), yaitu Fakultas Pertanian dengan Prodi Agribisnis, Agroteknologi, Peternakan, Budidaya Perairan dan Pengelolaan Perkebunan Kopi.

Sementara itu Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen dan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Prodi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi. Serta Fakultas Teknik dengan Prodi Teknik Informatika.

“Seluruh program studi telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional yaitu  tiga prodi baik, 6 masih C dan satu menunggu diakreditasi oleh BANPT,” ungkap Elliyin.

Beberkan Program UGP 

Rektor UGP tersebut menyampaikan sambutan itu dihadapan perwakilan Gubenur Aceh, perwakilan Bupati Aceh Tengah, Kepala L2DIKTI Wilayah XIII Aceh, tamu undangan dan ratusan wisudawan yang hadir kala itu.

Ia menyebut, jumlah mahasiswa aktif UGP yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan TinggiTahun 2021 adalah sebanyak 2104 orang dengan Jumlah  tenaga pendidik atau dosen sebanyak 84 orang, dengan berbagai jenjang pendidikan yaitu sarjana dan pasca sarjana, pejabat yang memiliki jabatan fungsiona atau akademik Dosen seperti asisten ahli/Lektor atau lektor kepala, serta jumlah tenaga kependidikan atau tenaga struktural sebanyak 72 orang.

“Dalam satu tahun terahir semuanya mengalami peningkatan baik jumlah mahasiwa aktif, jumlah dosen dan jumlah tenaga kependidikan. Jadi keseluruhan tenaga pendidik dan kependidikan saat ini telah berjumlah 156 orang,” papar Elliyin.

Selain itu, dalam membangkitkan semangat kekeluargaan, reformatif dan inovatif UGP dalam setahun terahir, pihaknya melaksanakan pembenahan diantaranya validasi, pemutakhiran dan konsistensi data base pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi di Dirjen Dikti Kemendikbud RI.

“Melaksanakan Program Kemendikbudristekdikti yaitu Program Kampus Merdeka dengan  telah menyusun dan Melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar  Kampus Merdeka mulai tahun akademik 2021/2022,” kata Elliyin lagi.

Selain itu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta, pemerintah, lembaga – lembaga  pemerintah dan DUDI.

“Khusus dengan Bupati Kabupaten Aceh Tengah, Bupati Bener Meriah dan Bapak Bupati Gayo Lues, UGP  menjalin kerjasama dalam peningkatan SDM aparatur pemerintahan desa yang insya allah Perbub sudah  dalam proses,” ucap Elliyin.

Reakreditasi Prodi dan institusi dengan menjalin kerjasama dengan para pakar dari PTS lain juga menjadi perhatian jajaran biro UGP.

Pihaknya juga terus melaksanakan upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik (Dosen) melalui berbagai program pelatihan oleh pakar dalam bidang masing-masing dan dukungan untuk pengurusan kepangkatan dan sertifikasi dosen.

“Mendorong eksistensi organisasi kemahasiswaan. Memenangkan Dana Hibah dari Kemendikbudristek oleh LPMI,”

“Kami juga telah membentuk atau mendirikan  dan mengaktifkan Pusat Komputer, Pusat Kerja sama, Pusat tracer Studi (CDC), LPMI, LPPM dan Laboratorium bahasa atau lab bahasa inggris Universitas Gajah Putih,” sebutnya.

Terkait infrastruktur, UGP melakukan pembenahan sarana dan prasarana kampus secara terencana dan bertahap, diantaranya pembukaan dan pengerasan jalan-jalan kampus, renovasi gedung perkuliahan dan kantor Fakultas Pertanian, pengaktifan radio kampus serta pengecatan gedung-gedung kampus yang akan dimulai pada  bulan Desember ini juga.

Penegerian UGP Terkendala Moratorium

Selain itu, Elliyin juga menyebut tantangan penegerian UGP, yaitu moratorium yang dikeluarkan Pemerintah Pusat, namun ia mengaku sudah mendapat sinyal yang baik terkait rencana penegerian UGP.

“Kami juga terus berupaya dengan yayasan Gajah Putib, Pemda Aceh Tengah dan Pemerintah Aceh, anggota DPR – RI terkait perubahan status kampus atau penegerian Universitas Gajah Putih,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pembicaraan pihak UGP dengan Direktur Kelembagaan Kemendikbudristek, Ridwan secara virtual dalam acara yang diselenggarakan oleh L2dikti Wilayah XIII di Langsa,  menyatakan pada saat ini masih moratorium penegerian kampus, apabila moratorium penegerian dicabut presiden, maka UGP merupakan prioritas utama karena sudah di janjikan oleh bapak Presiden Joko Widodo.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button