EdukasiGAYOSosialTakengon

Saat Yayuk dan Nisa Rindu akan Sekolah

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Lapangan sekolah yang biasanya dipenuhi canda tawa para siswa, kini legam bagai tiada kehidupan lagi didalamnya.

Kelas-kelas yang biasa diisi dengan kegaduhan yang diciptakan oleh para murid, kini senyap tanpa suara.

Kurang lebih enam bulan sudah lamanya sekolahan tidak berpenghuni.

Tak sedikit para siswa sekolah ini yang sangat merindukan berbagai momen indah di sekolah.

Mengingat canda tawa bersama, menjahili teman, serta mengingat guru ketika mengajar dikelas, semakin menambah sesak di dada.

Yayuk, Siswa SMP yang Rindu akan Sekolah

“Sangat rindu, rindu sama teman-teman, rindu bercanda sama teman-teman, ribut konser (nyanyi) dikelas kerjaan sebagian siswa kalau udah jam kosong, rindu belajar dan jawab soal di sekolah, dan yang paling utama rindu sama guru, rindu bagaimana mereka mengajari kami,” ucap Yayuk Istikaroh (14), salah seorang siswi SMP Negeri 20 Takengon, saat diwawancarai secara virtual oleh Suaragayo.com, Rabu (22/9/2020).

Disamping kerinduan yang mendalam, Yayuk merasa tidak nyaman, belajar dengan sistem daring. Apalagi pelajaran yang dahulu disebut aljabar, sekarang mata pelajaran matematika.

“Misalnya pelajaran tertentu yang tidak paham seperti matematika, susah kalau mau bertanya keguru, dikasi soal tapi tidak dijelasin cara menyelesaikannya. Terkadang juga guru beri soal yang tidak ada pembahasannya di materi yang diberikan oleh guru,” ujar Yayuk.

Suasana lapangan SMA Negeri 11 Takengon dimasa Pandemik Covid-19 (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Koridor SMA Negeri 11 Takengon Kini Kosong

Koridor sekolah SMA Negeri 11 ini, sebelum pandemik Covid-9 berlangsung agaknya tidak pernah sepi, pada murid saling berjalan saling bersisian, berlari bersama-sama, menyanyi gembira sambil bergandengan tangan.

Namun kini itu tinggal cerita, sebab jika didatangi, keadaan itu berbanding terbalik dengan fakta saat ini, karena keberadaan Covid-19 yang tersembunyi, tidak mengizikan kegiatan itu terulang kembali sementara waktu.

Suara indah guru yang menjelaskan mata pelajaran di depan kelas juga sangat dirindui.

Plang nama sekolah SMA Negeri 11 Takengon (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Tingkah laku aneh teman-teman sekelas yang selalu mengisi hari-hari agaknya kian menambah nelangsa apabila terbersit diingatan.

“Saya sangat merindukan kegiatan sekolah tatap muka. Disamping saya dapat berinteraksi dengan baik, saya juga dapat memahami pelajaran dengan baik pula,”

“Begitu juga dengan suasan kelas sangat membuat saya sangat ingin sekolah dengan bertatap muka,karena lebih efektif sekolah tatap muka karena siswa siswi lebih cepat memahami segala materi yang diberikan oleh para guru,” ucap Nisa.

Baik Yayuk dan Nisa sama-sama mengharapkan agar Pandemi covid-19 ini segera berlalu, dan mereka dapat kembali bercanda, berlari, dan gembira ria bersama teman-teman. Pun guru, kembali bisa menyapa langsung para siswa yang disayangi.

Koridor SMAN 11 Takengon kini tampak sepi. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Tentu itu semua bisa terlaksana setelah proses belajar mengajar berjalan secara normal kembali.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button