EdukasiGAYOTakengon

Sebanyak 263 Sarjana dan 29 Magister IAIN Takengon di Wisuda di Kampus Mulie Jadi

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Sebanyak 263 Sarjana dan 29 Magister mengikuti prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan magister di Kampus Pengembangan, Mulie Jadi di Kecamatan Silih Nara, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Rektor IAIN Takengon, Zulkarnain, peserta wisuda pada Tahun Akademik 2019/ 2020 adalah jurusan PAI 43 orang, Tadris Arab 6 orang, Tadris English 28 orang, Tadris Matematika 28 orang, Pendidikan Islam Anak Usia Dini 51 orang, Pendiikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 24 orang.

Selanjutnya, Manajemen Pendidikan Islam 9 orang, Ekonomi Syariyah 22 orang, Perbankan Syariyah 28 orang, Hukum Tata Negara 9 orang, Komunikasi Penyiaran Islam 12 orang, Ilmu Alquran Tafsir 3 orang dan Magister Pendidikan Agama Islam 29 orang.

“Tahun ini IAIN Takengon melahirkan lulusan sebanyak 263 sarjana dan 29 magister,” kata Zulkarnain dalam sambutannya sebelum proses wisuda berlangsung.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar yang hadir dalam acara ini mengatakan, prosesi wisuda bukan sebagai akhir proses mencari ilmu pengetahuan, namun merupakan pintu gerbang penerapan dan pengembangan kemampuan untuk berperan dalam masyarakat.

“Sebagai sumber daya manusia andal yang hari ini menjadi sarjana dan magister, para wisudawan diharapkan mampu menata dan menyelesaikan berbagai persoalan sebagai tantangan dalam kehidupan global dan lingkungan yang dinamis,” ungkapnya.

Para wisudawan menurut Shabela akan menghadapi tantangan dan hambatan antara lain dalam upaya mencari lapangan pekerjaan.

“Saudara-saudara harus berdikari, mandiri dan memposisikan diri menghadirkan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain, jangan menggantungkan harapan pada lapangan pekerjaan yang sangat terbatas,” lanjut Shabela.

Shabela jugA menawarkan kesempatan kepada para sarjana dan magister yang baru diwisuda untuk melanjutkan pendidikan dengan memanfaatkan beasiswa yang disediakan lembaga peningkatan sumber daya manusia baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami selaku pimpinan daerah konsen untuk memajukan mutu pendidikan, karena kami berkeyakinan pendidikan merupakan modal utama untuk memangkas dan memutus rantai kemiskinan,” tutup Shabela.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button