GAYOlingkunganTakengon

Seekor Sapi Milik Warga Kuyun Uken Dimangsa Harimau

Warga Perkirakan Harimau Berjumlah 3 Ekor

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Pagi itu, Aliasa (56) bersama istrinya berniat untuk melihat kondisi kebun kopinya di kawasan Paya Dedep, Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh.

Ditengah perjalanan, Aliasa ingin mengecek sapi peliharaannya yang terikat di pinggir sungai Paya Dedep.

Pasangan suami istri ini terkejut, karena induk sapi mati secara mengenaskan tidak jauh dari tepi sungai itu.

Bagian tubuh sapi yang tercabik-cabik seperti bekas gigitan dan cakaran, serta beberapa ruas tulang sudah terlepas dari tubuh sapi itu.

Keduanya hanya melihat anak sapi yang masih hidup dan berada dikejauhan. Anak sapi itu diperkirakan berhasil lolos dari kejaran harimau karena dalam keadaan tidak terikat.

Menurut Musa, Sekretaris Kampung Kuyun Uken, sapi milik ayahnya itu kemungkinan besar dimangsa harimau sumatera.

Ayahnya melihat sapi itu mati dengan keadaan tubuh yang tidak wajar Rabu 5 Agustus pagi. Diperkirakan sapi itu dimangsa pada malam hari.

“Sapi itu ada dua, induk dan anaknya. Induknya tidak bisa kabur karena sedang dalam keadaan terikat,” kata Musa, saat ditemui di sebuah kafe di Takengon, Kamis (6/8/2020).

Lokasi kejadian berada sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga.

“Pagi itu ibu melapor kepada warga dan perangkat desa, kami kemudian menuju lokasi dan melihat langsung keadaan sapi yang mati. Kami juga menemukan jejak harimau,” ujar Musa.

Hewan yang terancam punah itu tambah Musa, masih kembali ke lokasi tersebut. Sebab daging sapi itu masih dimakan sebagian.

Diperkirakan harimau yang menyambangi lokasi tersebut berjumlah tiga ekor.

Dilanjutkan Musa, tidak jauh dari lokasi, terdapat wilayah perkebunan warga. Bahkan kawasan itu menjadi tempat sekitar 90 warga menggantungkan hidup.

Khawatir hewan itu akan kembali, penduduk Kuyun Uken telah membawa hewan ternak mereka ke dekat pemukiman.

“Ada sekitar seratusan ekor sapi milik warga yang ada dikawasan ini,” ungkap Musa.

Menurut Musa, pihaknya sudah menyampaikan peristiwa itu kepada pihak terkait, termasuk perwakilan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) di Aceh Tengah.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button