AcehBener MeriahGAYO

Sempat Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Bener Meriah, RN Ternyata Positif Corona

Hasil Swab Baru Keluar pada 10 Agustus

Penulis: Rilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19/ Iwan Bahagia

BENER MERIAH, SUARAGAYO.com – Masih ingat dengan seorang warga Kabupaten Bener Meriah yang sebelumnya meninggal dunia dan dikebumikan dengan protokol Covid-19 pada akhir Juli lalu?

Ternyata, status RN (64) saat itu adalah probable. Namun Sabtu (15/8/2020), Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa RN terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, Sabtu (15/8/2020), pihaknya baru menerima hasil laboratorium Kemenkes di Jakarta.

Berdasarakan laporan hasil pemeriksaan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan nomor PM.0301/2/11/5/2020, yang dikelarkan pada Tanggal 10 Agustus 2020 terkait hasil pemeriksaan RT-PCR Metode Real Time COVID-19, RN dinyatakan positif Covid-19.

Setelah menerima hasil Swab PCR ini, tim gugus tugas di Bener Meriah akan mendatangi kediaman almarhumah untuk menyampaikan hasil Swab yang telah keluar kepada pihak keluarga.

Dengan demikian, setiap orang yang kontak erat dengan semasa RN dirawat di Muyang Kute harus dilakukan test Swab.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu 29 Juli 2020, seorang warga Bener Meriah dengan inisial RN meninggal dunia dan di kebumikan dengan mengikuti protokol Covid-19.

Sebelum meninggal dunia, pasien terlebih dahulu mengukuti Postmortem Swab. hal ini dilakukan dengan alasan pemeriksaan awal dengan terhadap RN dengan hasil reaktif rapid rest.

”Kami juga memohon maaf untuk keterlambatan hasil Swab ini, dikarenakan ada masalah teknis di Balitbangkes Aceh dan untuk salah seorang keluarga dekat Almarhum RN juga sudah dilakukan Swan, kita doakan semoga hasilnya negatif,” ujar Riswandika.

Dalam penanganan Covid-19 ini lanjut Riswandika, tim gugus tugas setempat sangat berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan, dan selalu melakukan koordinasi taktis dengan pihak terkait sehingga setiap keputusan benar-benar sudah dianggap matang.

Seperti saat mengambil keputusan untuk melakukan pemakaman dengan protokol Covid-19.

“Pada awalnya saat itu kami kami melakukan dengan dan setelah melalui berbagai pertimbangan,” tambah Riswandika.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button