AcehGAYOOlahragaTakengon

Sempat Latihan di Tebing Rusak, FPTI Aceh Tengah Justru Dua Kali Juara Umum se-Aceh

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Ajang Seleksi Daerah (Selekda) Aceh tahun 2020 untuk Cabang Olahraga Panjat Tebing di Banda Aceh, menjadi gairah atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh Tengah dalam membina atlet.

Meski diakui, ada haru dan juga sedih dengan raihan itu. Betapa tidak, atlet panjat tebing Aceh Tengah saat itu harus latihan di tebing yang rusak selama bertahun-tahun. Tebing rusak itu bahkan memberikan resiko berbahaya kepada para atlet yang berlatih.

Namun bukan halangan, Kondisi itu justru membuat para atlet junior panjat tebing asuhan Eko Printo Tarigan itu berjuang keras pada Selekda Aceh tahun lalu, bahkan berhasil menyapu bersih seluruh gelar juara. Sebab, dari empat orang atlet yang diturunkan, tiga diantaranya berhasil meraih juara 1, 2 dan 3 untuk kategori boulder dan lead untuk perorangan putra untuk kelompok usia 15-17 tahun. Seorang atlet yang bertanding pada kelompok usia 12-14 tahun, juga sukses meraih juara 1 pada katagori speed classic dan lead, untuk nomor pertandingan perorangan putra.

Raihan ini juga menjadi catatan besar bagi FPTI Aceh Tengah, karena selain keadaan tebing yang rusak, juga kondisi COVID-19 juga sempat membuat jadwal pembinaan atlet terganggu.

Kondisi lapangan panjat tebing milik FPTI Aceh Tengah yang rusak berat, dan sudah diperbaiki pada akhir September 2021.

Berhasil Juarai Pra PORA 2021

Sementara itu rasa syukur kembali diucapkan pengurus FPTI Aceh Tengah pada tahub 2021, sebab atlet yang biasa berlatih di Musara Alun itu berhasil meraih juara umum pra Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2021.

Masih sama seperti tahun lalu, haru atas kemenangan ini juga beralasan, sebab sejak Februari hingga akhir September 2021, atlet yang bertanding ini latihan ditebing yang rusak. Ditambah dinamika kasus COVID-19 yang juga membuat FPTI harus bekerja keras membina atlet di bawah dukungan KONI Aceh Tengah.

“Alhamdulillah kita juara umum pra PORA dengan 6 Emas, 4 Perak  dan 3 Perunggu. Total 13 medali,” kata Sekretaris Umum FPTI Aceh Tengah, Ermansyah “Bintiks”, dihubungi, Minggu (30/10/2021).

Raihan ini jelas Bintiks, memberikan kebanggan tersendiri, karena pada Pra PORA belum pernah mendapat juara umum sama sekali.

“Persiapan kami sangat minim, karena tebing dalam keadaan rusak berat selama beberapa waktu, tetapi atlet tetap meraih hasil maksimal. Ini luar biasa,” ujar Bintiks.

Meski dengan waktu terbatas, dan latihan rutin kurang dari sebulan , pihaknya tetap menargetkan 8 medali emas dalam Pra PORA kali ini, namun satu nomor lomba mendapat perak, dan satu kelas lagi tidak memperoleh medali sama sekali.

Segera Miliki Tebing Panjat Berstandar Nasional

Sementara itu Ketua FPTI Aceh Tengah, Djumhur AB menyebutkan, pembangunan dinding panjat yang sudah dilakukan Pemkab melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Tengah, merupakan tindak lanjut dari usulan tahun lalu, pasca atlet junior panjat tebing Aceh Tengah juara umum Kejurda.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dengan raihan Kejurda tahun lalu dan Pra PORA kali ini. Memang kita sempat menjalani latihan dengan fasilitas yang memprihatinkan, namun berkat komunikasi dengan Pemkab, kita bisa mendapatkan dinding tebing yang representatif,” kata Djumhur, dihubungi Suaragayo.com, Sabtu (30/10/2021).

“Saat tebing panjat rusak, atlet kami rutin latihan. Bahkan para pengurus FPTI di lapangan terus menjaring atlet di tengah COVID-19. Ini juga patut diapresiasi,” sebut Djumhur, yang juga Ketua KONI Aceh Tengah itu.

Pengurus FPTI Aceh Tengah lanjut Djumhur, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Aceh Tengah yang telah memperbaiki dinding, dan mendukung pembinaan atlet panjat tebing Aceh Tengah.

“Kami sudah mendengar langsung, bahwa Pemkab akan bantu pembangunan tebing berskala Nasional, ini dukungan yang luar biasa, karena panjat tebing nyaris tidak pernah kehilangan prestasi,” pungkas Djumhur.

Ia juga berharap, panjat tebing di daerah berhawa sejuk itu dapat menjadi sarana pendukung wisata, karena termasuk olahraga yang diminati anak muda.

“Sebagai Ketua KONI Aceh Tengah, dan Ketua FPTI, sudah tugas saya berkomitmen mendukung sports tourism di daerah ini. FPTI adalah salah satunya, selain itu, beberapa cabang olahraga lain juga memiliki sarana pendukung sport tourism ini,” pungkas Djumhur.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button