GAYOHukumTakengon

Seorang Ibu Kubur Bayinya Hidup-Hidup karena Takut Anaknya Lapor Polisi

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Seorang perempuan berinisial SM (36), yang berdomisili di Kampung Kala Nareh dan beralamat di Kampung Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, menjadi perbincangan pengguna media sosial.

Viralnya perempuan itu setelah mengubur hidup-hidup bayinya yang baru lahir, Minggu (31/8/2020).

Video terkait evakuasi bayi itu beredar di berbagai akun media sosial facebook, instagram termasuk WhastApp.

Dalam video itu sejumlah tetangga pelaku menggali lubang dan membersihkan bayi tersebut yang ditemukan dalam keadaan masih bernyawa.

Penemuan itu membuat sejumlah perempuan yang menyaksikan proses evakuasi bayi dari lubang tersebut menangis histeris.

Pada Rabu (2/8/2020), polisi melakukan konferensi pers terkait kejadian itu.

Seperti dikatakan AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK, saat konferensi pers yang digelar di halaman depan Mapolres Aceh Tengah, Rabu pagi mengatakan, pelaku merupakan seorang ibu rumah tangga.

“Suami pelaku masih ada, dan sedang menjalani hukuman di Aceh Tenggara,” kata Sandy Sinurat dihadapan awak media yang hadir saat itu.

Bayi tersebut diduga lahir setelah hasil gelap SM dengan seorang pria yang tidak mau bertanggungjawab.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus riwayanto SIK menyampaikan kronologi dugaan pembunuhan yang dilakukan SM terhadap bayinya.

Pada Senin pagi sekitar Pukul 01.00 WIB dini hari, SM mengeluhkan perutnya yang sakit. Pelaku kemudian beristirahat hingga sekitar Pukul 10.00 WIB.

Bayi tersebut kemudian lahir tanpa pertolongan bidan atau orang lain.

“Pelaku kemudian membersihkan badan bayi itu dengan menggunakan kain batik berwarna cokelat, dan membedong bayi itu,” kata Agus.

Bayi itu sempat ditidurkan hingga Pukul 14.30 WIB, sampai akhirnya anak laki-laki SM yang berusia 10 tahun pulang ke rumah.

“Anak ini yang berinisial H kemudian bertanya siapa anak itu kepada ibunya. Kemudian SM menjawab bahwa bayi itu adalah adiknya,” jelas Agus.

Mendengar itu bocah tersebut marah dan mengancam akan melapor ibunya ke polisi.

Bocah itu kemudian beranya, “ibu siapa itu?” lalu SM menjawab “itu adikmu”.

Anak itu kesal dan menyahut, “Mana ada, “Ku bilang Ine (Ibu) dengan polisi”.

Bocah itu kemudian lari keluar rumah setelah sempat dilarang SM. Melihat itu, SM yang sedang merasa kalut dan takut, langsung merencanakan menguburkan bayinya.

“Tersangka kemudian mengambil cangkul dan menggali lubang untuk mengubur anaknya,” ucap Agus.

Lubang galian itu memiliki kedalaman sekitar 40 sentimeter dengan lebar kira-kira 50 sentimeter dan panjang sekitar 30 sentimeter.

“Setelah itu tersangka mengambil bayi itu kedalam rumah, dan menguburkan bayi itu dalam keadaan masih menangis,” sebut Agus, sembari menambahkan SM tidak tahu persis bagaimana letak posisi bayi tersebut saat dikuburkan.

Pelaku kemudian kembali tidur ke dalam rumah. Tidak lama berselang, dua orang tetangga yang mendapat laporan dari H tiba-tiba datang ke rumah SM.

Saat ditanya tetangganya, SM tidak mengakui keberadaan bayi yang baru lahir. Warga sempat mendesak untuk menjawab, namun SM bersikukuh tidak mengakui.

Mereka kemudian mencari bayi itu ke bagian dalam rumah, namun tidak ditemukan.

Kemudian setelah dicari ke belakang rumah itu, ditemukan lokasi yang mencurigakan berupa lubang yang baru ditimbun.

Warga kemudian menggali tanah itu, mendapati bayi ituterkubur dan masih dalam keadaan bernyawa.

Berdasarkan amatan SUARAGAYO.com, dilokasi inilah sejumlah warga merekam kejadian tersebut dengan gawai.

Setelah itu, beberapa orang mengevakuasi bayi bersama ibunya ke RSU Datu Beru Takengon untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Namun bayi itu meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit,” tambah Agus Diwanto.

SM turut dibawa bersama sejumlah tersangka lain yang terkait kasus Narkoba dan pencurian saat konferensi berlangsung.

Perempuan itu tampak duduk di kursi roda pasca melahirkan bayi pada Senin pagi.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button