GAYOTakengon

Sepatu Calon Paskibraka di Aceh Tengah Rusak, HMI: Evaluasi Total Dispora

Press Realise

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Persoalan sepatu latihan yang rusak dan terlambatnya penyerahan sepatu latihan bagi pasukan pengibar bendera Aceh Tengah oleh Dispora Aceh Tengah jelang upacara 17 Agustus mendatang, ditanggapi oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon

Dalam siaran tertulis yang diterima Suaragayo.com, Sekretaris Umum HMI Cabang Takengon, Asrika Isran, menyayangkan sikap Dispora Aceh Tengah yang seolah acuh atas kondisi pasukan pengibar bendera yang sedang berlatih di bawah asuhan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Aceh Tengah itu.

“Kalau kita baca media sosial, ada seorang calon paskibra yang menceritakan telah menerima perlengkapan training seperti baju, sepatu dan perlengkapan yang lain. Namun ada banyak perlengkapan yang tidak sesuai ukuran, padahal sebelumnya mereka telah menyerahkan data-data tersebut,” kata Asrika, Senin (15/8/2022).

“HUT RI merupakan acara yang sakral, kami kira calon pasukan pengibar bendera harus diperhatikan, dan diberikan fasilitas yang lengkap, jangan hanya memakai jasa mereka tapi hak mereka tidak dipenuni,” lanjut Asri.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melakukan evaluasi total terhadap jabatan strategis di lingkungan Dispora Aceh Tengah, apalagi dinas tersebut tergolong baru, dan butuh gerak cepat untuk bergerak dan bekerjasama dengan banyak pihak. Apalagi Dispora akan bekerjasama dengan organisasi olahraga dan kepemudaan. Jadi menurut Asri, bukan hanya level Kadis, struktur di bawah juga harus mendapatkan evaluasi total. Sebab diduga ada beberapa persoalan yang belum selesai selain sepatu calon Paskibraka.

“Kami sebelumnya sudah menyampaikan, agar pimpinan daerah dapat menempatkan struktur birokrasi yang dapat membantu Bupati Aceh Tengah agar ditempatkan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya,” ucap Asri.

Berdasarkan kejadian ini, Asri menilai,  kasus yang menyorot perhatian publik merupakan bukti ketidakseriusan Dispora dalam bekerja, padahal ini sudah menjadi wewenang dinas itu untuk menyediakan fasilitas bagi anggota pasukan Paskibraka.

“Mungkin ini bisa menjadi bahan pertimbangan Bupati Aceh Tengah, untuk menempatkan kepala dinas yang akan nantinya akan ditempatkan di instansi yang baru saja selesai dari proses penyeleksian pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, demikian jabatan lain di dalamnya,” tutup Asri.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button