3AcehGAYOTakengon

[Seribu Kisah di Atu Lintang] Bagian I: Kue Cucur Silembut, Manis Pelengkap Hari Raya Idul Adha

Suara Transmigran dari Daerah Pedalaman

Penulis: Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.COM – Hari raya Idul Adha 1441 Hijriah telah tiba. Berbagai jenis sajian kuliner sudah barang pasti tersedia disetiap rumah warga di nusantara, demikian pula di Dataran Tinggi Gayo.

Kali ini Suaragayo.com akan mengulas tentang Kue Cucur. Meski bukan khas Gayo, namun kue ini laik untuk diceritakan.

Betapa tidak? Hadirnya transmigrasi di Atu Lintang, Aceh Tengah, beberapa dekade silam, menjadikan daerah ini multikultur bersaudara dengan masyarakat Suku Gayo pada umumnya.

Lalu apa hubungannya kue cucur dan masyarakat transmigrasi di Atu Lintang?

Berikut kisahnya…

Siapa yang tak kenal kue cucur, simanis, berserat, serta lembut ini merupakan jajanan tradisional yang sudah sejak lama berada di Indonesia.

Selain berasal dari Pulau Jawa, cucur juga berasal daerah lainnya seperti Betawi yang populer di pasar- pasar tradisional.

Dinamakan cucur, karena proses memasaknya dengan cara adonan “dicucurkan” sedikit demi sedikit diatas minyak yang sudah panas.

Jajanan yang memiliki warna kecokelatan dengan tekstur yang berserat ini, menjadi daya tarik tersendiri saat dilahap dengan kondisi yang masi hangat.

Kue Cucur memiliki bentuk yang berbeda di bagian tengah dan pinggirnya, di bagian tengah cucur memiliki bentuk yang sedikit menonjol, berserat serta lembut, sedangkan dibagian samping cucur memiliki bentuk yang tipis dan sedikit kering.

Proses penggorengan kue cucur dirumah seorang warga transmigran di Atu Lintang. (Foto: Nihayatul Afifah Husna). 

Masuknya kue cucur ke Aceh, diperkirakan dibawa langsung oleh para transmigran dari Pulau Jawa ke Atu Lintang dan Jagong Jeget.

Karena terbisa dengan budaya di Pulau Jawa, setiap perayaan hari-hari besar masyarakat transmigran di Atu Lintang pun, tak akan jauh dari makanan endatu, yaitu dengan membuat kue cucur.

Konon, di Jawa Tengah kue cucur ini merupakan jajanan keraton.

Namun semakin berkembangnya zaman jajanan ini mulai dijumpai disetiap acara-acara besar, seperti sunat rasul, pesta pernikahan, turun mandi, dan hari raya.

“Di Jawa Tengah dulu ini makanan khas keraton, sekarang seluruh acara- acara sudah ada sunan rasul seumpamanya, pesta peresmian pengantin, Kemudian acara turun mandi, acara hari raya,”

“Segala acara memang kalau Jawa Tengah menggunakan kue cucur tadi yang saya tau, dari saya lahir tahun 1965 kue ini sudah ada,” ucap salah seorang tokoh masyarakat di Atu Lintang, Tgk Sukarno.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kue cucur juga cukup mudah di jumpai, namun bahan pembuatan kue cucur setiap daerahnya berbeda seperti halnya cucur khas Jawa Tengah dan Madura.

Kue cucur dari Jawa Tengah berbahan dasar tepung beras, gula paris, telur, parutan kelapa, dan pewarna makanan.

“Kue cucur Jawa Tengah bahannya itu dari tepung beras gula paris, telur, parutan kelapa, kemudian kalau butuh warna ya diwarnai, hijau, kuning, merah, putih. Kalau tidak suka di warnai ya sudah biasa saja,” ucap Tgk Sukarno.

Berbeda halnya dengan kue cucur khas Madura, kue yang identik dengan warna cokelat ini diwajibkan tersedia saat mengantar calon pengantin, baik dari pihak wanita maupun pria, karena kue cucur ini merupakan kue tertua di Madura.

“Mengikuti nenek kita zaman dahulu, jadi untuk keturunan kue ini, dulu antar besan kebesan itu diwajibkan kue ini, kue tanpa dicetak karangan sendiri,” ucap seorang transmigran Atu Lintang asal Jawa Timur tahun 1983, Nijah.

Bahan dasar pembuatan kue ini berbeda dengan kue cucur khas Jawa Tengah yaitu hanya tepung roti, gula pasir, dan tepung beras.
“Bahannya dari tepung roti, gula pasir, tepung beras,” ucap Nijah.

Kue yang sederhana, namun memakan banyak waktu yang tidak sebentar saat penggorengannya.

Kue ini di goreng satu persatu dengan durasi kurang lebih selama 3 menit.

Namun, setelah cucur ini matang maka semua rasa lelah akan terobati dengan rasa nikmat yang berasal dari kue ini.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button