EdukasiGAYOTakengon

[Seribu Kisah di Atu Lintang] Berkah Sawi Upin Ipin dan Samhong King bagi Para Perempuan di Kampung Merah Jernang

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Melati adalah kelompok yang terdiri dari wanita di Kampung Merah Jernang, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Kelompok itu diketuai oleh seorang wanita yang bernama Siti Zubaidah (30), dengan beranggotakan 15 orang perempuan.

Kelompok ini telah berdiri sejak 2015 silam.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Melati, Zubaidah (30). Kelompok tani ini terdiri dari 15 anggota wanita yang berada di Kampung Merah Jernang, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Pada awalnya, mereka hanya menanam berbagai jenis tanaman seperti kentang, jahe, kunyit, dan daun bawang.

Namun, saat ini kelompok yang dibina langsung oleh Salman dan PPL bernama Daus itu, kini sedang memproduksi tanaman sawi.

Ada lima jenis tanaman sawi yang di tanam, yaitu : Sawi FUGUI F1, NAULI F1 atau Sawi Upin Ipin, Pakchoy Merah (sawi merah), Ta Ke Coi (Pagoda), dan Samhong King.


Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Melati, Zubaidah saat berfoto di plang Dinas Pangan Aceh Tengah. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Saat ditemui Suaragayo.com, Siti menjelaskan bahwa benih yang di produksi diperoleh langsung dari Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah.

Tidak hanya benih, dinas itu juga memberikan bantuan perlengkapan untuk membudidayakan benih sawi tersebut.

“Benih didapat dari bantuan Dinas Pangan, selain bibit kami juga diberi perlengkapan seperti, cangkul, parang, semprotan, pupuk, alat- alat untuk penyemaian, tempat untuk menyemai, mulsa, sarlon, semua lengkap dari dinas tersebut,” ucap Siti Zuaidah.

Bukan hanya ditanam di lahan pertanian dengan sistem galungan, namun sawi ini juga bisa di jadikan tanaman rumahan.

“Kita bisa menanam di tanah biasa, hamparan tanah di cangkul dan di galung, atau mau di tambah mulsa, itu lebih bagus dan lebih bersih. Tetapi kalau yang di perumahan, lahan yang kita punya itu sedikit jadi harus pakai polybag,” ujar Siti.

Hasil dari panen dari sawi ini langsung konsumsi untuk anggota kelompok, dan juga di pasarkan melalui warung warga sekitar.

Lahan tanam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Melati. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Dalam sekali panen kelompok ini mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah sebanyak Rp90.000, sedangkan untuk produksi rumahan mampu menghasilkan Rp40.000 per hari.

“Yang pertama untuk hasilnya di konsumsi sendiri serta mampu menghemat biaya. Kemudian yang kedua hasil panennya dijual. Untuk pendapatan gak tentu, kadang dalam sehari Rp40.000 untuk yang pribadi. Kalau yang kelompok lebih banyak karena dititip di warung. Kalau yang dikelompok kemarin sekali panen tiga warung yang terima udh dapat Rp90.000. Ini seminggu sekali,” ujar Siti.

Lahan tanam sawi KWT Mekar Melati. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Siti berharap agar kelompok ini lebih maju dan giat serta lebih bermanfaat dan dikenal orang banyak. Di samping itu Siti juga mengharapkan agar lebih banyak bantuan yang bisa diperoleh, supaya hasil budidaya sawi bisa dikembangkan dan bisa menjadi contoh untuk kelompok tani wanita yang lain.

Kedepannya Kelompok Wanita Tani ini akan mengembangkan usaha dengan menanam alpukat dan kentang.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button