EkonomiGAYOTakengon

[Seribu Kisah di Atu Lintang]  Kunci Kemakmuran itu Bernama BUMK Bukit Salju

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di Aceh Tengah adalah salah satu kunci utama kemakmuran sebuah kampung.

Hal dikatakan Direktur Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Bukit Salju Kampung Atu Lintang, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Nuridin (48).

“Desa kalau ingin maju masyarakat sejahtera itu kuncinya BUMK harus hidup. Kenapa? karena jika suatu saat nanti dana desa sudah tidak ada lagi, kita sudah tidak ada pemasukan untuk membangun desa, maka kuncinya hanya BUMK itu harus hidup kalau ingin maju,” ujar Nuridin saat ditemui Suaragayo.com di kediamannya, Rabu (16/9/2020).

Struktur BUMK Bukit Salju Kampung Atu Lintang (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Sejak Tahun 2009 silam, BUMK Bukit Salju telah berdiri dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Ada beberapa program yang berjalan dalam BUMK Bukit Salju ini, seperti unit simpan pinjam, produksi gula merah dari tebu, air bersih, bahan bakar minyak, sekaligus usaha kelontong, pasar, dan kopi.

Jual beli kopi juga menjadi unit usaha BUMK Bukit Salju.

“Simpan pinjam, usaha kopi, usaha jual beli BBM sekaligus kelontong, pasar, gula merah dari tebu, selanjutnya air. Nah jadi air di ambil dari sungai bawah, saat musim kemarau semua masyarakat membutuhkan oleh sebab itu air juga termasuk dari program BUMK,” jelas Nuridin.

Pendapatan yang diperoleh relatif. Dalam program simpan pinjam, BUMK memperoleh 1 persen dari peminjam. Sedangkan untuk air bersih, penghasilan tidak menentu karena hanya tergantung musim saja.

Sementara progrm jual beli bahan bakar minyak, kopi, dan gula tebu, BUMK melakukan sistem bagi hasil dengan surat persetujuan antara pelaku 70 persen dan dan BUMK 30 persen.

Hasil usaha BUMK di bagi sesuai dengan aturan Anggaran Rumah Tangga, yaitu 25 persen deberikan kepada desa, 25 persen untuk tambahan modal, 25 persen lagi untuk operasional serta insentif untuk pengurus, dan 25 persen lainnya untuk kegiatan sosial, yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Disamping itu, Muhammad Rahman (25), salah seorang pemuda kampung yang ikut andil dalam kepengurusan BUMK, menjabat sebagai penanggung jawab simpan pinjam dan usaha kopi.

Prosesing kopi oleh BUMK Bukit Salju.

Dirinya menyampaikan, keberadaan BUMK dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar, khususnya untuk para pemuda di Kampung Atu Lintang.

Apabila musim kopi tiba, pihaknya bisa mempekerjakan sedikitnya enam orang untuk membantunya.

“Dengan adanya BUMK Bukit Salju ini masyarakat kita terbantu, dan untuk pemuda dengan banyaknya unit usaha seperti perdagangan kopi kita bisa mendapatkan tenaga kerja minimal kalau sudah musim kopi ada 6 orang yang kita kerjakan di sini,” ucap Rahman.

Sebagai bagian dari BUMK Bukit Salju, Nuridin maupun Rahman mengharapkan supaya usaha BUMK itu semakin maju, agar masyarakat sekitar masyarakat bisa terbantu.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button