BudayaGAYOTakengon

Serumpit Bebelen, Pemainan Masyarakat Gayo yang tak Hilang Digerus zaman

Masih dimainkan oleh sebagian masyarakat Gayo

Penulis: Desi Mentari

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Masyarakat Gayo di Provinsi Aceh sejak dahulu memiliki beberapa jenis permainan tradisional yang dimainkan berbagai jenis usia.

Salah satu jenis permainan rakyat yang sudah mengakar rumput adalah permainan serumpit bebelen.

Serumpit bisa jadi digunakan dalam Bahasa Gayo untuk menggantikan kata peluit dalam Bahasa Indonesia. Artinya sejenis alat yang ditiup yang bentuknya kecil, dengan suara yang tidak dimainkan dalam durasi panjang.

Sedangkan bebelen berarti batang padi.

Serumpit bebelen sudah tidak asing bagi masyarakat Takengon yang berprofesi sebagai petani.

Serumpit bebelen merupakan sebuah permainan yang menghasilkan bunyi, serumpit yang terbuat dari batang padi yang telah menguning, sering dimainkan oleh anak-anak petani di Gayo pada masa memotong padi saat musim berume atau munuling.

Serumpit, sebuah permainan yang dimainkan oleh orang terdahulu akan tetapi masih tetap di lestarikan oleh masyarakat salah satunya kampung Wihni Durin, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

Kasian (70) atau sering di sapa Inen Sekian, menceritakan permainan serumpit bebelen saat ditemui suaragayo.com, Kamis (3/9/2020).

“Permainan ini sudah lama ada, kenapa disebut serumpit bebelen karena suaranya yang panjang. Dulu waktu saya kecil ketika pergi ke sawah, jika ibu saya tidak membuat mainan itu saya menangis,” jelas Inen Sekian yang merupakan warga Kampung Wihni Durin.

Permainan ini menurut Inen Sekian, bakalan tidak pernah hilang bagi para anak-anak pedesaan yang keluarganya bekerja sebagai seorang petani.

Teknologi yang semakin canggih tidak membuat serumpit bebelen musnah, dengan sebuah permainan yang berasal dari alam membuat permainan ini tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Waktu saya kecil, kalau udah ke sawah untuk memotong padi. Ibu saya selalu membuat saya serumpit bebelen ini,” ujar Ika (25), seorang warga Aceh Tengah yang suka memainkan bebelen jika musim padi tiba.

Jelas serumpit ini juga masih ada pada zaman modern ini.

“Entah mengapa saya suka sekali main itu kalau udah musim memotong padi di sawah saya, karena mungkin mudah buatnya,” jelas Faujan (10), salah seorang pelajar yang juga suka memainkan bebelen dalam beberapa waktu.

Pembuatan serumpit bebelen ini juga tidak lah sulit, dengan memotong bagian tungku dari batang padi tersebut dengan ukuran yang disukai, selanjutnya membuat belahan pada bagian yang mendekati tungku batang padi, lalu gunakan rumput untuk membersihkan bagian dalam dari batang padi itu.

Maka serumpit bebelen tersebut sudah dapat di bunyikan oleh siapa saja.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button