GAYOLiputan KhususSosialTakengon

“Setelah Puting Beliung, Ibu Saya yang Stroke Bergeser Tulang Belakangnya, Bagian Perut Ayah Memar”

Kesaksian warga saat bencana puting beliung

Penulis: Nihayatun Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Bencana itu terkadang tak pernah diduga kapan terjadi, dan bahkan bisa menghempaskan apa saja dan melukai siapa saja dalam hitungan detik.

Seperti yang dialami oleh sejumlah warga kampung Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah pada 25 Agustus lalu.

Mereka tak pernah menduga akan dihampiri oleh keganasan angin puting beliung.

Tak ada tanda-tanda kemunculan bencana pada hari itu. Hujan masih tampak kelihatan wajar.

Namun, dalam sekejab tiba-tiba langit berubah warna menjadi gelap, dan seketika pula angin puting beliung datang menghampiri rumah warga.

Kedatangan bencana yang tak terduga tersebut membuat sejumlah warga yang berdiam di dalam rumah sulit untuk menyelamatkan diri karena berbagai kondisi.

Seperti dikisahkan Nova (36), warga Kampung Belang Bebangka yang sempat melihat rumah yang dihuni oleh orangtuanya dihempas puting beliung, sekitar Pukul 17.30 WIB pada 25 Agustus lalu.

Kedua orangtua Nova itu bernama Sridina Mala Lubis (58) dan ayahanda Sumarjo (61), itu menjadi korban musibah angin puting beliung.

Sambil menitikkan airmata, Nova mengisahkan kesedihannya kepada Suaragayo.com yang menyambangi rumah orangtuanya sehari setelah kejadian.

“Hujannya hanya gerimis dan datang sebentar. Tapi tiba-tiba terus gelap, Adik ipar sedang disini. Dia memang menyaksikan saat kejadian. Dia yang tahu persis bagaimana terjadi, enggak ada angin keras sebelumnya. Angin kencang itu datang tiba-tiba, petir pun gak ada, senyap aja dia, jadi kita gak bisa untuk lari,”

“Jadi posisi ibu saya itu di kamar, jendela itu dibagian belakang, rumah ini seperti terhempas, begitu sudah terangkat sengnya kan mau keluar, ya gak sempat lagi,” ucap Nova.

Nova mengaku melihat dari jauh kejadian yang menghancurkan rumah kedua orang tuanya. Sebab rumah Nova berada di kampung yang sama namun berada tidak jauh dari rumah orangtuanya.

Ia merasakan kesedihan yang luar biasa, separuh nyawanya seperti ikut terangkat, mengingat ayah ibunya berada di alam rumah itu saat peristiwa terjadi.

“Kita melihat dari jauh, saya datang dari sana, kan separuh nyawa kita rasanya kayak udah terangkat, lihat kayak gini. Ya sedih, sedih. Waktu saya datang ibu saya udah di gendong sama adik saya keluar lewat jendela kamar, karena posisi di kamar, terus keluar dari jendela kamar itu, udah di gendong keluar, karena emang udah gak bisa lagi bergerak,” ucap Nova.

Sang ibu, Sridina Mala Lubis yang sedang mengalami stroke dan sedang dalam proses penyembuhan bahkan sempat mengalami sesak nafas, sehingga keluarga langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan medis.

Selain itu, tulang belakang Sridina juga bengkok dan pinggangnya bergeser.

Sang suami, Sumarjo sendiri mengalami luka dibagian kepala dan ada memar dibagian tulang rusuknya karena tertimpa material yang ada dirumah itu saat kejadian berlangsung.

Menurut Nova, saat kejadian ayahnya sedang menonton televisi, dan tidak sempat masuk ke kamar untuk menolong istrinya. Apalagi punggungnya ditimpa sebuah material bangunan.

Beruntung, adik laki-laki Nova datang dan mengevakuasi ibunya keluar rumah yang bagian atapnya sudah terlepas dibawa puting beliung.

Nova berharap agar orang tuanya lekas sembuh, serta diberi ketabahan pasca musibah yang mereka hadapi.

Saat Suaragayo.com menyambangi rumahnya, Nova mengaku kedua orangtuanya sedang berada di rumah adik iparnya di Kampung Blang Mersa.

Seperti diberitakan Suaragayo.com, puluhan rumah dan fasilitas umum serta tempat usaha dilaporkan rusak beberapa saat setelah kejadian berlangsung saat puting beliung menghantam empat desa di Kecamatan Pegasing.

Sejauh pantauan Suaragayo.com pasca kejadian puting beliung, berbagai jenis bantuan terus berdatangan ke empat kampung di Kecamatan Pegasing.

Mulai dari BPBD Aceh Tengah dan Dinas Sosial Aceh Tengah. Bupati Aceh Tengah, Plt Gubernur Aceh dan anggota dewan tingkat kabupaten dan provinsi bahkan juga turun langsung kelapangan, termasuk lembaga sosial yang juga juga  turut membantu para korban pasca bencana puting beliung terjadi.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button