AcehEkonomiGAYOTakengon

Shabela Jadi Narsum Webinar Bersama Dubes Indonesia untuk Abu Dhabi

Rilis Humas Setdakab Aceh Tengah

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menjadi salah satu narasumber dalam webinar yang dilaksanakan Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD), Minggu (20/12/2020).

Acara tersebut mengusung tema kesiapan Aceh Mendatangkan Investasi, melalui Media Zoom Cloud Meetings dan disiarkan langsung via Youtube di komplek Pendopo Bupati Aceh Tengah.

Selain Shabela, turut pula panitia juga menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Abu Dhabi, Husin Bagis, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fithra, Muhammad Nasrullah dari HIPMI Aceh Utara yang juga alumni UI, mahasiswi Al Qasimia University di UEA, Qudwatin Nisa, serta penanggap, yaitu Ketua IMAN Jerman, Sadikin Nugraha dan Ketua Himpasay Yogja, Ihsan.

Sementara itu ketua FORMAD, Andri Munazar mengatakan, munculnya investasi akan menciptakan multi efek yang sangat tinggi dalam perkembangan ekonomi Aceh yang sangat terpuruk terutama dimasa pandemi ini. Maka mendatangkan investor bukanlah suatu pekerjaan sederhana.

“Investor pasti akan mempertimbangkan banyak hal, sebelum menanamkan modalnya ke suatu daerah, untuk itu suatu daerah dituntut untuk berfikir kreatif dan jeli dalam menangkap peluang,” kata Andri, sesaat sebelum narasumber webinar tersebut berbicara.

Dijelaskan, sepanjang 2019, DPTMPTSP Aceh mencatat total realisasi investasi mencapai Rp 5,8 triliun. Angka ini melampaui dari target yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, yaitu sebanyak Rp 4 trilliun.

Dalam kesempatan menyampaikan materi Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menyatakan menyambut baik pelaksanaan webinar ini, dengan bertujuan mengkaji secara ilmiah dan sebagai acuan kebijakan terkait investasi di Aceh terkhusus di Aceh Tengah.

“Aceh Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, baik mineral, bahan tambang, energi terbaharukan dan tentunya keindahan panorama dan keragaman hayati yang pastinya membutuhkan para investor baik dari dalam maupun luar negeri,” jelas Shabela, dalam yang diterima Suaragayo.com dari Humas Setdakab Aceh Tengah, Minggu (21/12/2020).

Beberapa potensi tersebut disamping ketersediaan potensi yang lain yang dimiliki Aceh Tengah selama ini belum terkelola secara optimal.

“Karenanya kami mengatur strategi dengan memberi peluang bahkan memudahkan para insvestor untuk berinvestasi dengan segala kemudahan regulasi yang dimiliki, bertujuan agar produktifitas perekonomian di Aceh Tengah berjalan ke arah lebih baik,” ungkap Shabela.

Berdasarkan data realisasi Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Aceh Tengah, selama kurun waktu 2018 hingga 2020, investasi wisata tercatat hanya sebesar 310 Milyar lebih, tentunya angka tersebut masih sangat rendah, apalagi hanya didominasi investasi masyarakat lokal terutama dari sektor perhotelan dan perdagangan kopi sebagai komoditi andalan daerah dataran tinggi Gayo tersebut.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button