GAYOSosialTakengon

Shalat Tarawih Perdana di Masjid Ruhama, Bupati Sampaikan Sejumlah Pesan

Penulis: Raja Said M

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, melakukan salat tarawih dan witir perdana bersama unsur Forkopimda dan Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, di Mesjid Agung Ruhama Kota Takengon, Selasa (12/4/2021).

Pada kesempatan itu, Shabela menyampaikan beberapa hal terkait penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, dalam melaksanakan ibadah bulan suci Ramadhan 1442 H.

“Mari kita sambut bulan suci Ramadhan ini dengan rasa syukur kepada Allah SWT karena masi diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini, meski kita semua sedang dalam menghadapi ujian tantangan wabah Covid-19 yang belum berakhir ini,” kata Shabela diawal sambutannya.

Ia mengaku, selaku pimpinan daerah, Shabela tetap berupaya untuk bekerja demi kemaslahatan umat, upaya tersebut disepakati bersama Forkompimda Aceh Tengah, serta dilakukan dengan sadar rasa, agar bisa menjaga kesucian bulan dalam Ramadhan.

Dirinya juga menghimbau kepada jamaah dan masyarakat yang melaksanakan shalat lima waktu berjamaah, salat tarawih, witir, dan ibadah lainnya, dapat disesuaikan dengan dengan fatwa MPU Aceh, dan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan wajib membawa sajadah Masing-masing.

“Diharapkan bagi jamaah yang merasa dirinya kurang sehat demi menjaga kekhusukan jamaah lain, agar tidak mendatangi mesjid dan menasah, cukup shalat dirumah saja,” tegas Shabela.

Pihaknya juga menghimbau kepada para pedagang di daerah itu agar menghormati pelaksanaan ibadah ramadhan dengan menghentikan aktifitas pada malam hari hingga selesai pelaksanaan ibadah shalat tarawih dan witir.

Untuk pedagang makanan, baik itu muslim ataupun non muslim tidak berjualan pada pagi dan siang hari hingga pukul 3 sore, termasuk juga termasuk juga tidak menyediakan makanan, melindungi, dan memberikan fasilitas kepada orang orang yang tidak berpuasa pada siang hari.

Masyarakat juga diminta agar tidak menjual, mengedarkan dan menghidupkan bunyi-bunyian mercon, kembang api, bambu dan sejenisnya yang dapat menggangu ketenangan beribadah pada bulan suci ramadhan ini.

Pada kesempatan itu Shabela mengajak masyarakat dari seluruh elemen agar sama-sama menjaga kesucian bulan ramadhan yang penuh berkah dengan penuh keikhlasan.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button