EkonomiGAYOTakengon

Tagih Janji, 15 Pedagang Jual Sayuran Busuk di Depan Dinas Perdagangan Aceh Tengah

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Sebanyak 15 Pedagang sayur di Pasar Paya Ilang melakukan aksi protes dengan menjajakan dagangan busuk di depan tangga pintu masuk Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Selasa (4/12/2022).

Aksi itu dilakukan karena para pedagang merasa kesal terhadap pemerintah daerah, karena dinilai melakukan penertiban Pasar Paya Ilang dengan setengah hati

Para pedagang merasa, selama ini Dinas Perdagangan melakukan penertiban pasar selama beberapa kali. Terakhir, 5 Desember 2021, Dinas Perdagangan Aceh Tengah bersama Satpol PP melakukan penertiban pasar dengan meminta pedagang yang membuka lapak di luar pasar, untuk berjualan di bagian dalam pasar, atau tempat yang telah disediakan.

Namun hal itu hanya berlaku setelah pelaksanaan operasi oleh dua dinas tersebut.

Seperti penuturan seorang pedagang sayur, Sulastri (40) Inen Ulan, yang sudah berjualan sekitar 10 tahun di Pasar Paya Ilang.

Ia menceritakan, pada 15 Desember 2021, sempat membuka lapak di luar pintu masuk menuju bangunan Pasar Paya Ilang. Setiap pagi, diluar bangunan tersebut memang seperti pasar tumpah, sebab ratusan pedagang membuka lapak dagangan secara terbuka hingga batas jam tertentu.

Inen Ulan bersama pedagang yang lain kemudian mengaku mendapat teguran dari Dinas Perdagangan yang melalukan razia penertiban yang melibatkan personel Satpol PP.

Namun beberapa hari setelah operasi itu, pedagang lain kembali berjualan di luar, sementara Inen Ulan tetap mematuhi pemerintah untuk bertahan jualan di bagian dalam gedung pasar.

“Di sini yang kami pertanyakan, apakah ada yang bermain “buag jari” maka penertiban itu gak dilakukan lagi?” Kata Sulastri atau akrab disapa Inen Ulan dihubungi Suaragayo.com, Selasa (4/12/2022).

Menurutnya, Dinas Perdagangan seolah inkonsiten dengan pernyataan mereka sendiri. Padahal pelarangan pedagang berjualan di luar gedung Paya Ilang akan berdampak baik bagi pendapatan pedagang yang sudah puluhan tahun berdagang di dalam gedung beserta lapak yang dibangun oleh pemerintah.

“Tapi sekarang, karena pedagang jualan terlalu banyak di luar, kami di dalam dapat apa? Jelas penghasilan kami menurun,” ungkap Inen Ulan.

Aksi Selasa pagi itu terang Ulan, merupakan bentuk kekesalan kepada Dinas Perdagangan yang tak kunjung bisa menertibkan Pasar Paya Ilang.

“Ini lebih parah dari sebelumnya. Semakin lama semakin tidak tertib, saya sudah sepuluh tahun jual sayuran, tapi baru kali ini melihat tidak tertib yang parah,” lanjut Inen Ulan.

Inen Ulan kemudian mengaku bertemu dengan pihak Dinas Perdangan untuk audiensi. Tapi lagi-lagi sempat mendapat jawaban yang mengecewakan.

“Tadi saya ceritakan keluhan saya, eh malah saya diminta untuk jualan di luar pasar, kok bisa? Saya dan kawan-kawan yang lain jelas menolak, karena awalnya lapak kami dirusak dan dibersihkan oleh Satpol PP, sekarang kok malah disuruh jualan keluar?,” ungkap Inen Ulan.

“Janji tinggal janji, pas 5 Desember janji akan ditertibkan, besok tanggal 5 Januari kok gak tertib-tertib?” Keluh Inen Ulan.

Ia dan rekannya seprofesi mengaku menjual sayuran busuk di depan pintu masuk kantor Dinas Perdagangan Aceh Tengah sekitar Pukul 09.00 WIB, agar sayuran itu dibeli oleh  plt Kadis beserta staf dinas tersebut.

“Tadi saya bawa buah jipang (labu siam) busuk, wortel busuk, tomat busuk dan lain-lain, biar tahu mereka (pihak dinas) bahwa dagangan kami tak laku,” tambahnya.

Setelah bertemu Plt Kepala Dinas Perdagangan, Mawardi Munthe sekitar Pukul 11. 00 WIB, Inen Ulan mengaku sudah mendengar janji upaya dinas tersebut untuk menertibkan Pasar Paya Ilang.

“Termasuk yang jualan di kedai yang berhadapan dengan pasar. Duluan siapa kami pedagang Paya Ilang dengan mereka. Kalau duluan kami, ya perhatikan kami, mereka suruh jualan di dalam walaupun swasta. Izinnya gimana? Apa boleh buka pasar di depan pasar?” Pungkas Inen Ulan.

Suaragayo.com sudah mengkonfirmasi Plt Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Mawardi Munthe, dan demi kenyamanan pembaca, media ini akan menuliskan dengan artikel yang terpisah.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button