Bener MeriahGAYOHukum

Tanggapi Kasus Perkosaan di Bener Meriah, Mantan Komisioner Komnas Perempuan: Jangan Eksploitasi Rasa Kemanusiaan para Pendamping

Penulis: Iwan Bahagia

BENER MERIAH, SUARAGAYO.com – Mantan Komioner Komnas Perempuan, Samsidar, menanggapi rilis yang dikeluarkan salah satu dinas di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terkait klarikasi terkait pendampingan korban perkosaan baru-baru, Senin (14/9/2020).

Instansi tersebut adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Menurut Samsidar, rilis yang dikeluarkan DP3AKB Bener Meriah dalam menjalankan fungsi P2TP2A, dapat menjadikan pembelajaran berbagai pihak untuk berefleksi.

Sebab, tidak semua masyarakat khususnya keluarga korban paham bagaimana proses peradilan, termasuk memberitahu ke P2TP2A.

“P2TP2A pun sebagai “pendamping korban” memiliki kewenangan terbatas, tidak secara otomatis tahu jadwal persidangan. Karena JPU lah yg memiliki kewenangan-mewakili korban. Harusnya komunikasi-koordinasi antara JPU dengan P2TP2A bisa ditingkatkan,” jelas aktivis perempuan itu.

“Kita semua harusnya paham bahwa Korban-keluarga korban memiliki kendala psikologis, yg bagaimanapun membutuhkan pendamping ketika mereka menjalankan tahapan-tahapan proses peradilan dan pemenuhan hak-haknya.
Polemik tentang “korban tidak didampingi P2TP2A” harusnya sudah selesai dengan terbitnya release DP3A,” sebut Samsidar.

Namun ujarnya, hal terpenting bagaimana keadilan bisa ditegakkan dengan seadil-adilnya dan memastikan korban mendapatkan berbagai hak dalam kasus tersebut.

“Selain itu kita harus menyadari bahwa kasus kekerasan seksual di Bener Meriah sangat tinggi khususnya terhadap anak. Pemerintah Kabupaten harus mengambil langkah-langkah yg serius termasuk memastikan bahwa P2TP2A memiliki kapasitas sumberdaya finansial, sumberdaya manusia dan infrastruktur lainnya untuk menjalankan tugasnya,”

“Tugas yg dijalankan P2TP2A itu maha berat. Bukanlah hal yg mudah untuk mendampingi-memastikan korban mendapatkan hak-haknya,” tegas Samsidar, mantan anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) asal Gayo tersebut.

Menurut Samsidar, keseriusan Pemkab Bener Meriah dalam menjalankan kewajibannya memastikan masyarakat yang menjadi korban dalam kasus serupa dapat diukur dari 3 indikator, yaitu seperti apa kebijakan dan peraturan yg diterbitkan, kelayakan infrastruktur dan anggaran yang tersedia.

Mantan Komnas Perempuan periode 1998-2006 itu mengungkapan, masyarakat luas terlebih Pemkab Bener Meriah harus memahami, bahwa mayoritas yang menjadi pendamping di P2TP2A itu adalah masyarakat, bukan dari kalangan ASN-PNS .

Para pendamping itu kerap berjibaku bertugas berlandaskan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap perempuan dan anak-anak yang menjadi korban.

“Apakah Pemkab sudah memperhatikan para pendamping ini, sudah memperhatikan P2TP2A? Jangan eksploitasi rasa kemanusiaan para pendamping, dengan membiarkan pendamping berjibaku sendiri melayani, mendampingi korban tanpa mau tahu seperti apa mereka bekerja dan apa kebutuhan2 dalam menjalankan fungsi pelayanan,”

“Pelayanan dan pemberdayaan korban adalah Kewajiban Pemerintah. Jangan pindahkan kewajiban tersebut kepada masyarakat. Masyarakat yang sudah rela membantu tugas dan fungsi Pemerintah harus diperhatikan,” tegas Special Raporteur Komnas Perempuan untuk Aceh tahun 2005-2007 itu.

Pihak legislatif lanjutnya, sudah harus menjalankan fungsinya dalam legislasi, penganggaran dan monitoring kinerja eksekutif dalam hal perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak.

“Saya berharap Pemerintah Aceh dan pusat juga memperhatikan dan menilai kinerja pemerintah kabupaten atau kota yg salah satu indikatornya adalah seperti apa Pemkab menyikapi-menjalankan kewajibannya terhadap pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak,”

“Saya juga menaruh Harapan yg besar ke media massa agar menjadi bahagian dalam upaya mendorong pemenuhan hak-hak korban, pemberdayaan, perlindungan perempuan dan anak, dengan pemberitaan yang berimbang, kritis, mendidik dan independen,” pungkas Samsidar.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button