AcehEkonomiGAYOTakengon

Tanggapi Protes 15 Pedagang Pasar Paya Ilang, Plt Dinas Perdagangan Aceh Tengah: Harus Kita Tertibkan

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Aksi protes 15 pedagang sayur Pasar Paya Ilang, Selasa (4/1/2022) mendapat tanggapan dari Plt Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tengah, Mawardi Munthe

Saat ditemui suaragayo.com, Marwandi mengatakan, bahwa pada dasarnya pedagang yang berjualan di luar bangunan pasar sebagian besar sudah mendapatkan lapak di dalam lapak yang disediakan. Namun agar pendapatan meningkat, pedagang lebih memilih berjualan diluar, sehingga tidak terjadi keseimbangan antar pedagang.

Mawardi setuju dengan permintaan pedagang yang protes, yakni persoalan persoalan penertiban pedagang yang berjualan di luad gedung pasar.

Mengingat Pasar Paya Ilang sebagai tujuan belanja masyarakat lokal maupun pelancong yang ingin membeli sayuran dan oleh-oleh tertentu, Mawardi juga menyatakan sepakat harus ada penataan.

Mengenai janji pihaknya tentang penataan dan penertiban pasar yang akan dilakukan pada awal Januari 2021, Marwandi menjelaskan, hal itu masih mengalami proses penundaan.

“Sebenarnya ini telah kita evaluasi pada bulan lalu, dan berjanji pada tanggal 1 Januari 2022 semua pedagang harus berjualan pada lapak yang telah disediakan, namun mengalami sedikit kemunduran karena beberapa faktor dan hambatan-hambatan,“ jelas Marwandi ditemui diruang kerjanya.

Namun upaya penertiban pedagang terang Marwandi, harus mendapat dukungan dari pedagang yang berada di Pasar Paya Ilang, maupun masyarakat serta elemen pemerintah

“di sekeliling pasar juga ada beberapa pedagang swasta, namun karena karena pedagang tersebut bersangkutan dengan dinas lain mengenai perizinan. Mengenai penertiban juga sudah dilakukan Satpol PP, oleh karena itu kami juga akan melakukan rapat dengan tim untuk memperoleh kesimpulan,” ungkap Marwandi.

Ia mengakui, berdasarkan fakta bahwa pembeli lebih memilih berbelamja di luar pasar, sehingga pedagang yang berada di dalam gedung harus sepi pembeli karena kurang laku.

“Dengan adanya kebijakan memang ada pedagang yang tidak menerima, namun ini akan kita proses karena tidak mungkin terus begini karena tidak sesuai dengan tatanan yang kita ciptakan, hari ini kita putuskan secara persuasif terhadap pedagang yang keluar ini, apakah kita tindak atau bagaimana nanti kita harus rapat dulu, ” tegas Marwandi.

Seperti diberitakan sebelumnya, 15 pedagang sayur melakukan aksi protes dengan membuka lapak di depan pintu masuk Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Selasa (4/1/2022).

Aksi Protes itu karena adanya dugaan pembiaran yang dilakukan atas pedagang yang berjualan di luar gedung Pasar Paya Ilang.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button