AcehHukumTakengon

Tanggapi Surat Terbuka Seorang Tenaga Honorer, Shabela Abubakar: Silahkan Surati Kapolda Aceh

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menyarankan seorang tenaga honorer yang menjadi tersangka oleh polisi kemudian membuat surat terbuka kepada dirinya, untuk menyurati Kapolda Aceh.

Hal itu dikatakan Shabela saat dikonfirmasi terkait dilayangkannya surat terbuka kepada Bupati Aceh Tengah oleh tenaga honorer Dinas Pertanahan Aceh Tengah, Araniko Alfalah atau Iko.

“Seharusnya yang bersangkutan buat surat terbuka kepada Kapolda Aceh, karena disangkakan oleh polisi,” kata Shabela, dihubungi, Kamis (1/4/2021).

Ia mengaku prihatin terhadap kasus yang menimpa tenaga honorer tersebut, dan sekilas menganggap seharusnya tidak ada unsur pidana, sebab tidak ada uang negara dan tanah yang kemudian dibayar oleh Dinas Pertanahan Aceh Tengah.

“Saya juga terkejut, kok bisa jadi tersangka. Dia kan cuma juru ketik. Karena yang saya ketahui memang terjadi kesalahan administrasi pada instansi kami, yaitu kesalahan terkait nomor sertifikat,” ujar Shabela.

Namun hal itu sedang ditangani oleh Pemkab Aceh Tengah dengan sebuah upaya mediasi.

Bukan hanya itu, Shabela mengaku sudah menyampaikan permintaan maaf kepada pelapor.

“Mungkin dinas enggan, saya langsung yang meminta maaf. Sejujurnya memang ada kesalahan administrasi, tetapi tidak ada kerugian negara. Surat permintaan maaf itu kalau tidak silap, sudah saya teken,” lanjut Shabela.

Pelapor kasus tersebut terangnya, memang memiliki tanah disekitar jembatan Uning Pegantungen, dan pada awalnya, tanah tersebut tidak termasuk dari yang akan dibebaskan.

“Namun bisa jadi terdampak, kalau memang ada anggaran kita siap untuk mengganti rugi, karena lahannya tepat berada di totor Uning,” tegas Shabela.

Ia mengaku tidak tahu persis bagian yang menangani di Polda Aceh, serta detail kasus yang menimpa tenaga honorer tersebut. Namun ia menegaskan, agar Iko membuat surat terbuka kepada Polda Aceh.

“Karena tersangkanya kan di Polda, surat harusnya tertuju ke Kapolda Aceh. Sebab Pemkab tidak punya wewenang ikut campur urusan polisi,” pungkas Shabela.

Seperti diketahui, seorang tenaga honorer Dinas Pertanahan Aceh Tengah, Araniko Alfalah atau Iko, membuat surat terbuka kepada Bupati Aceh Tengah, Rabu (31/1/2021), setelah menjadi tersangka oleh Polda Aceh dalam sebuah kasus ganti rugi tanah di Kampung Uning Pegantungen, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah.

Surat itu berisi keberatan atas status tersangka yang ia peroleh dari polisi, karena hanya seorang tenaga honorer yang diminta untuk mengetik surat di Kantor Dinas Pertanahan Aceh Tengah.

Iko kemudian meminta keadian kepada Bupati Aceh Tengah, karena dirinya merasa tidak tahu menahu dalam hal pembebasan lahan oleh dinasnya.

Ia merasa terkejut atas peristiwa itu. Selanjutnya meminta Pemkab Aceh Tengah memperbaiki pelayanan birokrasi, agar kasus serupa tidak lagi terjadi.

 

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button