Bener MeriahGAYOKopiNasional

Teten Masduki: Kokowa Gayo ini Keren, Karena Jadikan Perempuan Sebagai Basis Pertama Kopi

Penulis: Raja Said M

 

UJUNG GELE, SUARAGAYO.Com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowa Gayo) yang merupakan koperasi  wanita terbesar di Asia Tenggara, di Jalan Syiah Utama, Ujung Gele,  Kecamatan Bukit,  Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat (18/6/2021).

 

Teten Masduki bersama rombongan dan Pelaksana Tugas Bupati Bener meriah, Dailami,  serta Sekda Haili Yoga beserta para anggota Forkopimda bersama sejumlah Kepala ODP,  hadir ke Koperasi Kopi Wanita Gayo, setelah melakukan ramah tamah di Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh.

 

Rombongan tersebut hadir  melihat gedung pemrosesan kopi dan turut mencicipi kopi di lokasi itu.

 

Teten Masduki pada kesempatan tersebut bahkan memuji Kokowa Gayo sebagai koperasi kopi yang melibatkan kaum Wanita sebagai pengurus dan anggotanya.

 

Suasana pertemuan Menkop UKM, Teten Masduki bersama pengurus Kokowa Gayo. (Foto: Raja Said M)

 

“Ini adalah koperasi yang konsepnya sangat keren, karena melibatkan ibu-ibu sebagai basis pertama koperasi kopi dan sekarang mereka salah satu dari enam koperasi kopi wanita petani di dunia, dan menjadi Koperasi kopi wanita terbesar di Asia Tenggara,” kata Teten Masduki, kepada awak media disela kunjungan kerja tersebut.

 

Dengan capaian itu, teten menganggap Kokowa Gayo layak disebut koperasi berkelas dunia.

 

“Kokowa Gayo ini koperasinya masih kecil, tapi sudah mendunia dan telah menembus pasar internasional, punya potensi untuk dibesarkan lagi,” ujarnya.

 

Sementara Ketua Kokowa Gayo, Rizkani Ahmad menjelaskan, anggota Kokowa Gayo sudah mencapai 409 orang, dan telah melakukan ekspor ke berbagai belahan negara di dunia.

 

Teten Masduki saat menikmati Kopi Arabika Gayo. (Foto: Raja Said M)

 

“Kokowa Gayo menjual kopi 70 persen ke Amerika,  20 Persen untuk Eropa dan 10 persennya Australia dan Asia,” sebutnya.

 

Selama tahun 2020 lanjutnya, ekspor kopi sempat terhambat karena mewabahnya Covid-19 di dunia, sehingga sempat menganggu bisnis koperasi tersebut.

 

“Sebelumnya kita memang terhambat penjualan akibat pandemi Covid-19, yang sebelumnya bisa mengekspor 18 kointainer hingga estimasi 22 kointainer per tahunnya, namun semenjak pandemi mulai Juni 2020 sama sekali terhenti. Alhamdulillah sekarang sejak masuk April 2021 ini kontrak dibuka kembali, dan untuk pengiriman Mei sampai Juni 2021 ini ada 6 kointainer yang sudah di Ekspor,” sebutnya, saat diwawancara Suaragayo.com, setelah kegiatan berlangsung.

 

Menkop UKM, Teten Masduki ketika berbincang bersama ketua Kokowa Gayo, Rizkani Ahmad. (Foto: Raja Said M)

 

Ketua Kokowagayo yang masuk dalam organisasi petani kopi wanita internasional itu mengharapkan, agar koperasi tersebut semakin memiliki peluang pasar yang lebih besar dari yang sudah ada pada saat ini.

 

“Pendidikan kita tidak terlalu tinggi, tapi kita punya impian go internasional,” tutup rizkani.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button