GAYOTakengon

Traffic Light Simpang Lemah Takengon Tersambar Petir, Arus Lalu Lintas Semeraut

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Lampu lalu lintas atau traffic light yang digunakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di simpang lemah Jalan Leube kader, Takengon,  tidak berfungsi sudah Lebih dari tujuh hari. Akibatnya, kendaraan yang melintas di persimpangan depan sebuah SPBU itu tampak semeraut.

 

Salah seorang warga Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Edi Fitra mengatakan, Lampu Merah tersebut bermasalah sudah sekitar sepekan kendaraan yang melintas tampak tak teratur. Selain itu tidak ada petugas yang membantu mengatur kendaraan yang melintas dari tiga arah tersebut.

Edi menjelaskan, setiap pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika melintasi pertigaan lampu merah simpang lemah itu.

“Kalau dari arah utara mau ke arah barat atau masuk ke arah Simpang Lemah harus berhati-hati, begitu juga yang dari arah barat jika mau ke arah selatan atau ke arah kota Takengon,  karena dari arah utara dan selatan ramai kendaraan yang melintas, sehingga sangat tidak teratur kalau lampu merah mati,” kata Edi, Sabtu (22/5/2021).

Pria yang sering pulang pergi Takengon-Bener Meriah itu juga berharap agar traffic light di lokasi itu segera bisa difungsikan.

“Semoga lampu merah yang kita lihat sudah beberapa hari padam ini agar segera diperbaiki, dan dengan begitu arus lalu lintas di pertigaan yang ramai kendaraan berlalu-lalang itu bisa teratur sehingga juga bisa mencegah potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Rambu-rambu Lalu Lintas dan Rekayasa Jalan Dinas Perhubungan Aceh Tengah, Fadly dihubungi Suaragayo.com melalui membenarkan lampu merah tersebut sudah padam, lebih dari seminggu yang lalu mati.

“Benar lampu merah yang berada di jalan Leube Kadir Simpang Lemah sudah lebih dari seminggu padam akibat sambaran petir pada saat hujan deras di penghujung bulan ramadan kemarin”, ujarnya.

Ia juga menjelaskan musabab belum diaktifkan lampu merah untuk mengatur lalu lintas tersebut.

“Mesin kontrol harus kita pesan dari pulau Jawa,  namun kemarin masi terkendala proses pengirimannya karena terjadi overload pada saat pengiman,” ucap Fadly.

Pihaknya kini menunggu mesin kontrol tersebut tiba, namun berbagai upaya akan dilakukan untuk mengatur lalu lintas di Simpang Lemah tersebut.

“Sambil menunggu mesin kontrol sampai, upaya yang kita lakukan untuk petugas nantinya kita akan melakat disana, serta melakukan crossing atau pengatur lalu lintas demi menjaga keselamatan bersama. serta kita juga terus memberikan informasi kepada masyarakat melalui website Dishub Kabupaten Aceh Tengah, dan untuk proses pengirimannya juga akan kita pantau terus sehingga setelah sampai ke Takengon akan segera kita aktifkan kembali,” pungkaa Fadly.***

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button