GAYOTakengon

[UPDATE] Bertambah 2 Orang, Positif Covid-19 di Aceh Tengah jadi 38 Kasus

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Warga Aceh Tengah yang terpapar Covid-19 kembali bertambah 2 orang, Selasa (15/9/2020).

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dr Yunasri, keduanya dinyatakan positif di Banda Aceh.

Dengan demikian kata Yunasri, jumlah pasien positif mencapai 38 orang per 15 September 2020.

“Saat ini 11 orang dirawat di RSU Datu Beru Takengon, 4 warga positif pantau sedang ikut isolasi mandiri di Banda Aceh. Sedangkan pasien sembuh mencapai 21 orang,” sebut Yunasri.

Sementara sejak kasus positif Aceh Tengah terjadi pada Tanggal 29 Juli, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia berjumlah 2 orang.

“Sebelas yang di RSU Beru Takengon masih diisolasi, sementara 7 orang tenaga kesehatan sudah melewati 10 hari masa isolasi, dan sudah dinyatakan sembuh, namun menunggu hasil Swab kedua bersama sejumlah tenaga kesehatan lainnya,”

“Namun karena seluruh tenaga kesehatan ini akan melayani pasien kembali, perlu diagnosa ulang melaui Swab kedua untuk meyakinkan publik, bahwa mereka layak kembali bekerja,” ujar Yunasri.

Hingga saat ini lanjut Yunasri, hasil tracking yang dilakukan tim penanganan Covid-19 RSUD Datu Beru, belum ada klaster RSU Datu Beru. Sebab 4 orang tenaga kesehatan yang sebelumnya dinyatakan positif corona, terpapar dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang pernah dirawat di rumah sakit itu.

“Tetapi kita akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap tenaga kesehatan, melalui tracking berkala seluruh tenaga kesehatan melayani pasien secara langsung,” sebut Yunasri.

Uji Swab 68 Tenaga Kesehatan Sudah Dilakukan

Pengambilan sampel Swab telah dilakukan pada Tanggal 12 September terhadap 68 orang, termasuk tenaga kesehatan yang sebelumnya dinyatakan positif, namun hasil Swab belum keluar.

Dokter Yunasri juga mengungkapkan, berbagai kabar bohong atau hoaks yang menyebut sejumlah dokter yang melayani pasien telah terpapar virus corona, maka Yunasri memastikan bahwa pemantauan dan pengawasan secara berkala dilakukan terhadap seluruh tenaga kesehatan.

“Beberapa waktu ini kabar berkembang adanya dokter yang positif tetapi masih bertugas, maka dengan ini kami nyatakan tidak benar. Karena sebagai seorang dokter, tidak mungkin menjalankan tugas apabila terpapar Covid-19,” ungkap Yunasri.

Yunasri yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Tengah itu menyebut, bahwa pihaknya mengerti tanggungjawab dalam bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sadar, bahwa peran kami melayani masyarakat. Dan seorang dokter akan melanggar kode etik jika itu terjadi,” pungkas Yunasri.

Hasil Swab Terlalu Lama Keluar

Sementara itu mengenai hasil Swab, Dokter Yunasri mengaku menjadi kendala tersendiri bagi penanganan Covid-19, sebab hasilnya sering kali keluar hingga tiga minggu setelah pengambilan sampel.

“Hasil yang terlambat tersebut membuat kita tidak bisa berbuat agresif dalam menangani Covid-19, karena hasil Swab keluar lebih dari 10 hari,” ucap Yunasri.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button