3

[UPDATE] Kasus Baru di Bener Meriah, 29 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Press realise

 

BENER MERIAH, SUARAGAYO.Com – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bener Meriah, Ilham Abdi melaporkan, 29 orang di Bener Meriah terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (26/5/2021).

 

Angka itu berasal dari hasil pemeriksaan dengan metode RT-PCR Balitbangkes Aceh yang diterima Satgas Covid-19 Bener Meriah, 25 Mei sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Menurut Ilham Abdi, kasus baru pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Bener Meriah merupakan hasil kiriman 47 sampel spesimen Swab yang dikirim ke Banda Aceh.

 

“Beberapa masih diproses Balitbangkes Aceh. Belum semua diperiksa,” kata Ilham.

 

Dijelaskan, Masih banyak sampel spesimen Swab yang dikirim Tim Satgas Bener Meriah tempo hari, yang merupakan hasil tracing yang dilakukan Tim Satgas Penanganan Covid-19 di beberapa kecamatan di Bener Meriah.

 

“Termasuk sampel spesimen post-mortem dari pasien yang meninggal sebelumnya,” lanjut Ilham.

 

Berdasarkan jumlah kasus covid-19 di Bener Meriah yang terus meningkat ucap Ilham, warga Bener Meriah diminta untuk tetap waspada terhadap keberadaan virus yang mematikan tersebut.

 

“Sayangi diri, keluarga kita, dan orang-orang di sekitar kita. Masih banyak di luar sana yang belum dan tidak mau di-Swab karena alasan tidak merasakan gejala apa-apa atau kekhawatiran dinyatakan covid-19,” sebut Ilham.

 

Ilham Abdi yang juga Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah ini menyinggung terkait kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) covid-19. Orang-orang tertentu yang tidak mengalami gejala apapun, tetapi ketika diperiksa terpapar covid-19.

 

“Si OTG ini, untuk tubuhnya sendiri ya tidak bereaksi apa-apa, tidak menunjukkan gejala apa-apa. Tapi, si OTG ini bisa menularkan virus ke orang lain kalau tidak menerapkan prokes. Sementara orang yang rentan imunnya dan punya bawaan penyakit tertentu, saat terpapar covid-19 akan menunjukkan gejala-gejala yang tampak seperti batuk, panas suhu tubuh, sesak, dan lain-lain,” tegasnya.

 

Ilham juga berpesan kepada masyarakat agar tidak melabeli negatif kepada korban covid-19. Seseorang yang terpapar covid-19 bukanlah aib dan kemudian dilabeli negatif.

 

“Jangan mengucilkan atau menjelekkan yang terpapar covid-19. Seolah-olah korban adalah pelaku kejahatan. Tolong, bijaklah,” terang Ilham.

 

“Harusnya korban Covid-19 (termasuk keluarganya), harusnya kita semangati, tabah, dan kita doakan segera sembuh. Bukan dikucilkan. Kalau menjaga jarak, berhati-hati tidak terpapar covid-19, ya itu benar. Tapi sekali lagi, bukan dikucilkan atau dijelek-jelekkan korbannya. Kami berharap reje-reje berperan aktif untuk memberi dukungan moril kepada warganya yang sedang terpapar dan masa penyembuhan dari covid-19,” pungkas Ilham, seperti rilis yang diterima Suaragayo.com, Rabu (26/5/2021).

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button