GAYOHukumTakengon

(VIRAL) Terjaring Razia Masker, Seorang Perempuan di Takengon Bentak Polisi dan Satpol PP, Mengaku Suami Kerja di Kejaksaan

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Warga di media sosial dihebohkan dengan rekaman video seorang perempuan yang nekat melawan petugas dan membentak polisi dan personel Satpol PP dan WH di Jalan Takengon-Bireuen, Simpang Empat, Takengon, Aceh Tengah, Selasa (13/10/2020).

Rekaman video yang beredar terdapat beberapa versi. Namun video terpanjang berdurasi 6 menit 20 detik.

Dalam rekaman itu, tampak seorang perempuan yang mengenakan baju hijau melawan petugas saat baru diperintahkan berhenti karena tidak mengenakan helm dan masker.

Setelah berhenti, seorang Polwan langsung meminta supaya perempuan itu memarkirkan kendaraanya ke sebuah sudut, dan mengikuti prosedur rapid test di lokasi karena dianggap melanggar protokol kesehatan, namun perempuan itu tiba-tiba memarahi petugas.

Bahkan saat Kepala Satpol PP dan WH Aceh Tengah, Syahrial, berusaha mengingatkan untuk memelankan suaranya karena menjadi perhatian orang banyak. Perempuan itu bukan memelankan suaranya atau diam, tetapi justru balik memarahi Syahrial.

“Kenapa? kenapa saya malu? perampok saya rupanya?” ucap perempuan itu beberapa kali sembari membenbentak Syahrial. Kejadian ini sontak membuat petugas kepolisian dan personel Satpol PP keheranan.

Perempuan ini bersikeras tidak mau turun dari sepeda motornya, apalagi memarkirkan kendaraanya ke sebuah sudut, lalu menemui tim medis untuk rapid test. Selain tetap duduk di kursi sepeda motor,wanita yang hanya mengalungkan maskernya itu sibuk mengotak atik gawai lalu menelepon suaminya.

Wanita ini seperti abai saat seorang polisi pria datang menghampirnya dan berusaha bicara baik-baik. Dengan nada yang keras, perempuan itu tampak mengadu kepada suaminya lewat telepon atas apa yang dialaminya. Kepada suaminya perempuan itu mengaku dalam perjalanan menjemput anaknya, tetapi ditahan oleh petugas yang sedang razia.

Mendengar itu, polisi pria yang sudah ada disampingnya tadi langsung menegaskan, bahwa mereka tidak melakukan penahanan.
“Tidak ada kata-kata menahan ibu ya?” kata polisi itu.

“Ibu jangan mengadu domba ibu,” lanjut Syahrial yang berada disebelah polisi pria itu.
“Diam, saya mau jemput anak saya, nanti saya kembali lagi kemari,” teriak perempuan itu kemudian menunjuk polisi itu dengan jari telunjuk kiri.

Polisi itu masih tampak sabar, dan menyetujui perempuan itu untuk pergi, namun saat meminta handphone sebagai jaminan, perempuan itu menolak, lalu mengangkat telepon dari suaminya.

Namun saat petugas tersebut menanyakan pekerjaan suaminya, barulah perempuan itu menyahut dan sejenak menghentikan pembicaraan.

“Di Jaksa,” jawabnya dengan nada tinggi.
polisi itu meminta perempuan itu memanggil suaminya untuk datang ke lokasi razia, karena pihaknya ingin memastikan bahwa benar suami perempuan ini adalah seseorang yang bekerja di kantor jaksa, yang diperkirakan sudah memahami hukum yang berlaku. Namun perempuan itu kembali tidak mempedulikan kata-kata polisi tersebut.

“Eh diam mulut kau, gak usah ikut campur kau, diam, aku ngomong sama Bapak ini (Menunjuk polisi pria disampingnya), diam sana-sana,” ujar perempuan itu, sembari memberikan isyarat tangan agar orang yang nyeletuk itu untuk pergi.

Wanita ini kemudian semakin marah dengan Syahrial, Kasatpol PP yang menegaskan bahwa peraturan tetap harus berlaku.

“Diam kau, diam, diam,” kata perempuan itu sembari menunjuk muka Sahrial, masih dengan tangan kirinya.

Facebook Comments Box
1 2Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button