AcehEdukasiGAYOTakengon

Wakili Indonesia di Macau Innovation and Inventtion Expo 2020, Dua Siswi asal Gayo Sabet Medali Perak

Penulis: Iwan Bahagia

BANDA ACEH, SUARAGAYO.Com – Dua siswi asal Gayo, Provinsi Aceh, Oka Hasana Agustiani dan Rafachinka Renjani R berhasil mendapatjan medali perak dalam sebuah kompetisi bertajuk Macau Innovation and Inventtion Expo (MIIEX) 2020 pada bidang Algoritma Scientist.

Kegiatan itu merupakan kompetisi sains internasional yang diprakarsai Macao Innovation and Invention Association (MIIA), yang terselenggara atas kerjasama organisasi-organisasi terkait penemuan di dunia.

Kompetisi itu diikuti oleh 160 negara di dunia yang melibatkan pelajar, mahasiswa hingga akademisi.

Oka dan Rafachinka merupakan utusan Aceh untuk mewakili Indonesia dalam ajang tersebut.

Penemuan Oka dan Rafachinka yang menarik perhatian tim penilai dalam kegiatan tersebut berjudul Liquid Sugar from Coffee’s Cherry MucilageAs an Alternative to Prevent Diabetes atau GUKOP (Gula Kopi), dengan bahan dasar daging buah kopi yang ternyata memiliki kandungan zat yang mampu mencegah diabetes.

Keduanya melakukan penelitian hingga akhirnya mendapatkan prestasi diajang internasional itu, tidak terlepas dari dampingan Kepala SMAN 1 Takengon, Konadi Lingga dan Guru Pembimbing, Hellyda Fitri.

Selain Oka dan Rafachinka, pelajar lain dari Indonesia yang berhasil mendapatkan medali perak adalah SMPN 19 Semarang, MAN 1 Samarinda, sementara SMAN 1 Teras memperoleh medali perunggu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Suaragayo.com, Oka Hasana Agustiani merupakan siswi SMAN 1 Takengon kelahiran 11 Agustus 2003, berasal Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara, anak dari pasangan almarhum Syamsuddin dan Junaini.

Sementara Rafachinka Renjani R merupakan siswi yang lahir pada 22 November 2003, yang tinggal di Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Ayah Rafa bernama Ramadhian Fitra dan ibu Simahati.

Kedua gadis ini memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadi dokter.

Sementara itu dikutip dari website resmi Dinas Dayah Aceh yang menyadur dari salah satu media online di Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri Selasa (27/10/2020), mengatakan, prestasi yang diperoleh itu tidak lepas dari ikhtiar berbagai pihak secara bersama untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing sesuai visi dan misi Pemerintah Aceh yaitu Aceh Carong.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA da PKLK, Zulkifli menjelaskan, penelitian yang dilakukan oleh kedua sisiwi, bermula dari data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, bahwa penderita diabetes di daerah itu semakin meningkat setiap tahunnya.

Maka kedua siswi ini menganggap perlu dilakukan pengkajian pengganti gula yang rendah glukosa.

“Metode yg digunakan adalah laboratory research dan hasil yg diperoleh adalah gula kopi dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti gula pasir dan dapat mengurangi resiko terkena penyakit diabetes karena kandungan glukosa dan sukrosa yg rendah,” jelas Zulkifli, seperti ditulis Dinas Dayah Aceh yang mengutip beritakini.co.

Atas capaian yang dianggap membanggakan itu, pihaknya menyampaikann rasa terimakasih kepada Kepala Cabang Dinas di Aceh Tengah, kepala sekolah, serta para guru, karena berkat kesungguhan semua pihak, kedua siswi itu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Kita juga mengharapkan kepada siswi tersebut untuk dapat terus mengembangkan potensi yang sudah ada sehingga nanti bisa menjadi penelitian yang hebat untuk tingkat Internasional dan Insyallah kita bisa meraih hal tersebut,” pungkas Zulkifli.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button